Natal punya cerita. Ya, setelah sekian lama aku terpuruk dengan menunggu kembali nya masa lalu, ada yang berani hadir memberikan ku kepastian.
Hari demi hari, kami belajar saling mengenal satu sama lain.
Perjalanan kami mengarah ke arah yang berbeda. Semua benar-benar diluar dugaan.
Aku rasa proses perkenalan kami tidak akan berlanjut.
Ternyata hampir setiap hari kami bertemu, bercerita tentang diri kami masing-masing.
Sampai pada suatu ketika dia ikut makan bersama keluargaku. Dengan dress code putih, kami terlihat seperti sepasang kekasih yang senada.
Bercanda, foto bersama, membawakan oleh-oleh, mengantar jemput, menjadi kebiasaan kami.
Sampai pada suatu ketika, ia memperjelas hubungan kami yang tidak sekedar berteman.
Entah, tapi aku yakin dengan nya. Keyakinan ku semakin kuat ketika kami benar-benar menjadi seorang kekasih.
Aku benar-benar sadar, bahwa aku sudah bangkit dari mimpi masa lalu yang hanya terus membuat ku menjadi pribadi yang tertutup.
Ia menyadarkan ku bahwa ada mimpi masa depan, yang bisa kita wujudkan bersama.
Ia mengingatkan bahwa hubungan yang ia jalin bukan lah sebagai orang yang "pacaran".
Tetapi lebih tepat nya, ia mengambil hatiku untuk menjadi calon istrinya.
Serasa hanyut dalam keharuan. Setelah menanti, menghabiskan masa muda ku bertahun-tahun untuk menunggu, ternyata Tuhan punya jalan cerita yang membahagiakan.
Ini benar-benar diluar dugaan ku.
Aku dulu mengira bahwa Tuhan mempertemukan ku dengan masa lalu, karena kami memang tidak terpisahkan. Namun ternyata tidak.
Tuhan meminta ku menunggu, karena IA sedang memepersiapkan laki-laki ini untuk menjadi calon suamiku.
Kami pun bersepakat untuk menikah 2 tahun lagi, ya setelah aku lulus kuliah, dan bertunangan tahun depan.
kebahagiaan ku hari demi hari semakin bertambah lengkap, ketika kami saling mengenal keluarga masin-masing.
Hanya saja ia jauh lebih mudah masuk dalam keluarga ku, dan aku sedikit susah karena memang aku susah untuk mengakrabkan diri dengan orang yang baru aku kenal.
Satu per satu Wedding Exhibition mulai kami datangi. Mencari vendor-vendor, salon, EO, dan segala hal yang kami perlukan untuk kepentingan pernikahan kami.
Kami juga mulai mengisi apartemen, mengecat, membersihkan, membeli peralatan rumah tangga. Aku tidak bisa berbohong, AKU BAHAGIA !
Aku bahagia untuk semua pelajaran yang aku terima. Dulu aku selalu menangisi masa lalu, berharap Tuhan mau mengembalikan masa lalu ku. Tapi ternyata ada hal seindah ini yang Tuhan berikan dibalik setiap air mataku dulu.
Laki-laki ini berhasil membuat ku bangkit dari mimpi masa lalu yang menyulitkan keadaanku, ia adalah satu-satu nya orang yang berhasil merebut hatiku, perhatianku, dan cintaku.
Disaat laki-laki lain berusaha untuk menunjukkan nilai plus mereka, ia hanya berusaha menjadi dirinya sendiri yang apa adanya. Dan baru kali ini aku belajar untuk tidak melihat orang dari hartanya, tampangnya,dll.
Tulus, cinta ku tulus. Aku benar-benar tidak menyangka akan segera menjadi 'mama muda' nantinya.
Kita juga telah merancang bisnis bersama, semuanya kami lakukan bersama. Aku hanya berharap yang terbaik untuk keluarga kami nantinya.
I do, I heart you ..
HAPPY MONTHSVERSARY DEAR,
XOXO
audi ..
little bit crazy . .
Rabu, 27 Mei 2015
Jawaban untuk 7 Tahun
Terimakasih untuk kamu. Ya, kamu !
Kamu yang sudah membuat aku belajar banyak hal.
Penantian ini memberikan banyak sekali pelajaran untuk ku.
Setidaknya, dengan menunggu, aku sedang dalam proses mereparasi hati.
Ya, semuanya butuh pembenahan. Baik itu mind set, emosi, kesiapan hati, mental, segalanya.
Satu hal yang membuat ku sadar, bahwa saat kita dipertemukan kembali dengan orang yang selama ini kita cari-cari, kita tunggu-tunggu, itu bukan berarti kita berjodoh.
Tetapi kita dipertemukan lagi untuk alasan lain. Untuk belajar memperkuat hati, belajar memperbaiki hubungan pertemanan, menjadi rekan kerja, atau hanya sebagai pendengar yang baik dan bukan mengisi hati nya kembali.
Bukan aku ingin menjauh, atau membenci. Namun, rasa yang dulu ada, kini tetap ada namun berbeda.
Jika dulu rasa nya aku ingin bersama dengan dia selamanya sebagai teman hidup, kini aku ingin bersamanya hanya sebagai teman dan tidak lebih. Perasaan-perasaan ku dulu sudah mulai hilang tak bersisa.
Sampai akhirnya, aku benar-benar berani untuk mengisi hatiku lagi.
Kamis, 08 Januari 2015
Akankah Lebih Dekat ?
Ketika aku berhenti bergelut dengan masa lalu, yang bisa dibilang melelahkan. .
Tiba-tiba banyak yang bermunculan dan seolah mereka sedang berlomba-lomba.
Terkesan lucu, namun aneh.
Apa aku sudah selama itu menutup diri, sampai tak sadar ada orang lain diluar sana yang menunggu?
Mulai dari anak dosen, anak pegawai TU, anggota Taruna, teman Gereja, teman lama, teman nya teman, anak temannya mama,dll.
1 per 1 mulai aku hindari untuk berhubungan lebih dari sahabat, aku hanya tidak ingin terlalu cepat mengambil suatu keputusan untuk memiliki hubungan dengan orang lain.
Mungkin karna trauma dan aku benar-benar ingin menikmati hari-hari ku dengan kesibukan kampus.
Hingga akhirnya ada 1 orang yang membuat adikku tertarik. Aku adalah seorang perempuan yg sangat cinta keluarga.
Sehingga aku juga berharap bisa mendapatkan pasangan hidup yang mau menerima keluargaku apa adanya.
Dia datang dengan sifat yang sangat kekeluargaan dan menyenangkan. Adik ku adalah orang yg sangat selektif untuk memilihkanku pasangan.
Namun entah, adikku bisa sangat setuju dan mendukung bila aku bersama orang itu sejak pertama kali bertemu.
Dan nyatanya memang dia sangat sayang keluargaku, dia sangat ramah, sangat menyenangkan, sangat royal, dan pastinya sangat cinta Tuhan!
Selalu ada saja yg jadi bahan pembicaraan kami. Jujur awalnya aku tidak begitu tertarik, mungkin karena tidak mudah bagiku melupakan masa lalu.
Namun karena dukungan besar keluarga, aku pun baru ingin tau kehidupannya lebih banyak. Tapi setelah lekat-lekat melihat matanya ..
hm, aku belum bisa merasakan apa-apa. Aku tapi tidak mau mundur begitu saja, aku belajar untuk memahami dia yg usianya terpaut 6 tahun diatasku.
Perlahan berjalan, pembicaraan kami seolah-olah mengarah ke hal yang makin serius untuk masa depan !
Beberapa teman sepelayanan juga mulai membicarakan hubungan kami. Entah apa yg akan terjadi kedepannya.
Akankah kami menjadi lebih dekat dan memiliki suatu hubungan melebihi pertemanan?
Yang pasti, untuk saat ini aku meminta Tuhan untuk terus menjaga hatiku.
Supaya aku tidak lagi salah jatuh cinta dan mengutamakan-NYA.
Saat ini kami lebih sering bersama untuk saling mengenal satu sama lain. Bahkan kami mengunjungi salah satu Wedding Showcase terbesar di Surabaya.
Semoga hubungan kami bisa menjadi lebih baik. Karna jujur saja, aku belum benar-benar mengerti bagaimana aku harus menjalani hubungan ini.
Tiba-tiba banyak yang bermunculan dan seolah mereka sedang berlomba-lomba.
Terkesan lucu, namun aneh.
Apa aku sudah selama itu menutup diri, sampai tak sadar ada orang lain diluar sana yang menunggu?
Mulai dari anak dosen, anak pegawai TU, anggota Taruna, teman Gereja, teman lama, teman nya teman, anak temannya mama,dll.
1 per 1 mulai aku hindari untuk berhubungan lebih dari sahabat, aku hanya tidak ingin terlalu cepat mengambil suatu keputusan untuk memiliki hubungan dengan orang lain.
Mungkin karna trauma dan aku benar-benar ingin menikmati hari-hari ku dengan kesibukan kampus.
Hingga akhirnya ada 1 orang yang membuat adikku tertarik. Aku adalah seorang perempuan yg sangat cinta keluarga.
Sehingga aku juga berharap bisa mendapatkan pasangan hidup yang mau menerima keluargaku apa adanya.
Dia datang dengan sifat yang sangat kekeluargaan dan menyenangkan. Adik ku adalah orang yg sangat selektif untuk memilihkanku pasangan.
Namun entah, adikku bisa sangat setuju dan mendukung bila aku bersama orang itu sejak pertama kali bertemu.
Dan nyatanya memang dia sangat sayang keluargaku, dia sangat ramah, sangat menyenangkan, sangat royal, dan pastinya sangat cinta Tuhan!
Selalu ada saja yg jadi bahan pembicaraan kami. Jujur awalnya aku tidak begitu tertarik, mungkin karena tidak mudah bagiku melupakan masa lalu.
Namun karena dukungan besar keluarga, aku pun baru ingin tau kehidupannya lebih banyak. Tapi setelah lekat-lekat melihat matanya ..
hm, aku belum bisa merasakan apa-apa. Aku tapi tidak mau mundur begitu saja, aku belajar untuk memahami dia yg usianya terpaut 6 tahun diatasku.
Perlahan berjalan, pembicaraan kami seolah-olah mengarah ke hal yang makin serius untuk masa depan !
Beberapa teman sepelayanan juga mulai membicarakan hubungan kami. Entah apa yg akan terjadi kedepannya.
Akankah kami menjadi lebih dekat dan memiliki suatu hubungan melebihi pertemanan?
Yang pasti, untuk saat ini aku meminta Tuhan untuk terus menjaga hatiku.
Supaya aku tidak lagi salah jatuh cinta dan mengutamakan-NYA.
Saat ini kami lebih sering bersama untuk saling mengenal satu sama lain. Bahkan kami mengunjungi salah satu Wedding Showcase terbesar di Surabaya.
Semoga hubungan kami bisa menjadi lebih baik. Karna jujur saja, aku belum benar-benar mengerti bagaimana aku harus menjalani hubungan ini.
when I can't waiting for u anymore ..
s o r r y ..
I think I just can say sorry.
Actually, I really hope that it will be a happy ending then.
But in fact, I stopped waiting :)
After 7 years waiting for him, now I know that we're never together.
Ya, I'm not give up but I think even I am trying harder but if God didn't want it, what can I do ?
so sorry, if I stopped. 7years are more than enough.
I don't want wasted my time waiting for someone who never waiting for me.
Setelah berhenti bermimipi untuk bertemu dengannya lagi, aku salah.
Justru dia benar-benar hadir dalam kehidupan nyata, seolah-olah dunia begitu sempit hingga kami bersama kembali.
Aku tidak bisa bohong, aku bahagia! Aku sangat-sangat bahagia. Tiga tahun terakhir aku juga bahagia, namun yang ini berbeda.
Hampir 4 tahun kami tidak bertemu dan sekarang dipertemukan lagi ..
Namun lambat laun aku sadar, bahwa kami dipertemukan lagi bukan untuk mewujudkan penantianku dulu. .
Kami saat ini dipertemukan untuk menjadi rekan kerja, tidak lebih.
Jujur, aku merasa lelah karena seolah-olah hanya aku yang memperjuangkannya.
Maka aku berhenti. Aku mengambil keputusan ini bukan sehari dua hari. Berat sangat berat, namun aku sadar bahwa sekalipun aku menunggu seabad tapi bila Tuhan tidak berkehendak maka kami tidak akan pernah bisa kembali.
Aku juga sadar, bahwa tidak baik menutup diri dari orang lain yang berharap pada ku
Dan waktu benar-benar memberi jawaban.
Jawaban dari 7 tahun menunggu adalah aku mengakhiri segala penantian ini :)
Maaf karena aku bukan perempuan kuat yang bisa menunggumu lebih lama lagi .
Aku masih menyayanginya, tapi aku sadar bahwa menyayangi seseorang tidak harus memilikinya
I think I just can say sorry.
Actually, I really hope that it will be a happy ending then.
But in fact, I stopped waiting :)
After 7 years waiting for him, now I know that we're never together.
Ya, I'm not give up but I think even I am trying harder but if God didn't want it, what can I do ?
so sorry, if I stopped. 7years are more than enough.
I don't want wasted my time waiting for someone who never waiting for me.
Setelah berhenti bermimipi untuk bertemu dengannya lagi, aku salah.
Justru dia benar-benar hadir dalam kehidupan nyata, seolah-olah dunia begitu sempit hingga kami bersama kembali.
Aku tidak bisa bohong, aku bahagia! Aku sangat-sangat bahagia. Tiga tahun terakhir aku juga bahagia, namun yang ini berbeda.
Hampir 4 tahun kami tidak bertemu dan sekarang dipertemukan lagi ..
Namun lambat laun aku sadar, bahwa kami dipertemukan lagi bukan untuk mewujudkan penantianku dulu. .
Kami saat ini dipertemukan untuk menjadi rekan kerja, tidak lebih.
Jujur, aku merasa lelah karena seolah-olah hanya aku yang memperjuangkannya.
Maka aku berhenti. Aku mengambil keputusan ini bukan sehari dua hari. Berat sangat berat, namun aku sadar bahwa sekalipun aku menunggu seabad tapi bila Tuhan tidak berkehendak maka kami tidak akan pernah bisa kembali.
Aku juga sadar, bahwa tidak baik menutup diri dari orang lain yang berharap pada ku
Dan waktu benar-benar memberi jawaban.
Jawaban dari 7 tahun menunggu adalah aku mengakhiri segala penantian ini :)
Maaf karena aku bukan perempuan kuat yang bisa menunggumu lebih lama lagi .
Aku masih menyayanginya, tapi aku sadar bahwa menyayangi seseorang tidak harus memilikinya
Cinta itu Menunggu, Cinta itu berjuang
Berani memutuskan untuk mencintai atau menyayangi seseorang, berarti kita juga harus berani untuk menunggu orang yang kita cintai. Love's wait, right?
Tidak hanya itu, tetapi kita juga berani untuk memperjuangkannya. Ya, memperjuangkan cinta itu.
Bertahanlah dengan orang yang sama-sama ingin berjuang ..
Bukan dengan orang yang hanya ingin diperjuangkan.
Cinta itu tidak sendiri, ini adalah hubungan antar 2 orang dimana itu harus sama-sama diperjuangkan.
Sampai kapan pun, percayalah jika hanya satu pihak yang berjuang maka Cinta yg sesungguhnya tidak akan pernah terwujud.
Saat sudah memutuskan untuk menunggu, sedari bahwa cinta tidak bisa dipaksakan untuk saat ini dan dalam waktu dekat.
Percayalah sampai di waktu yang tepat. tepat dimana masing-masing pihak sama-sama sudah siap untuk kembali bersama/untuk menghidupi cintanya.
Maka ini akan menjadi hadiah yang luar biasa untuk orang yang bersabar, orang yang rela menghabiskan waktunya untuk menunggu cinta sejatinya tiba :)
Ketika dalam tahap menunggu, jangan melulu memikirkan masa lalu kelam/manis ketika bersamanya. Akan lebih baik bila kita terus men-upgrade diri sendiri menjadi yang lebih baik.
Ikut kegiatan organisasi misalnya, mengikuti berbagai kompetisi, bekerja dengan giat, ataupun rajin belajar.
Dengan melakukan hal-hal positif seperti itu, pasti kita tidak akan banyak mengeluh ketika menunggu dalam waktu yang lama
Nantinya serahkan kembali segalanya pada Tuhan. Biarkan Tuhan yang bekerja dalam hidupmu.
Waktu akan menunjukkan jalan yang harus diambil berikutnya. Waktu akan memberi jawaban dari semua penantian..
Selama menunggu, kenali dirinya lebih dalam lagi.
Dengan begitu, waktu akan dengan alaminya memberi cinta rasa.
ya, suatu rasa.
Rasa disini adalah jawaban. Jawaban atas apa yang selama ini dinantikan.
Entah jawaban bahwa kita masih harus mengenalnya lebih jauh dengan terus menantikannya lagi atau, rasa itu semakin memudar.
Ya, hilang termakan waktu.
Tidak hanya itu, tetapi kita juga berani untuk memperjuangkannya. Ya, memperjuangkan cinta itu.
Bertahanlah dengan orang yang sama-sama ingin berjuang ..
Bukan dengan orang yang hanya ingin diperjuangkan.
Cinta itu tidak sendiri, ini adalah hubungan antar 2 orang dimana itu harus sama-sama diperjuangkan.
Sampai kapan pun, percayalah jika hanya satu pihak yang berjuang maka Cinta yg sesungguhnya tidak akan pernah terwujud.
Saat sudah memutuskan untuk menunggu, sedari bahwa cinta tidak bisa dipaksakan untuk saat ini dan dalam waktu dekat.
Percayalah sampai di waktu yang tepat. tepat dimana masing-masing pihak sama-sama sudah siap untuk kembali bersama/untuk menghidupi cintanya.
Maka ini akan menjadi hadiah yang luar biasa untuk orang yang bersabar, orang yang rela menghabiskan waktunya untuk menunggu cinta sejatinya tiba :)
Ketika dalam tahap menunggu, jangan melulu memikirkan masa lalu kelam/manis ketika bersamanya. Akan lebih baik bila kita terus men-upgrade diri sendiri menjadi yang lebih baik.
Ikut kegiatan organisasi misalnya, mengikuti berbagai kompetisi, bekerja dengan giat, ataupun rajin belajar.
Dengan melakukan hal-hal positif seperti itu, pasti kita tidak akan banyak mengeluh ketika menunggu dalam waktu yang lama
Nantinya serahkan kembali segalanya pada Tuhan. Biarkan Tuhan yang bekerja dalam hidupmu.
Waktu akan menunjukkan jalan yang harus diambil berikutnya. Waktu akan memberi jawaban dari semua penantian..
Selama menunggu, kenali dirinya lebih dalam lagi.
Dengan begitu, waktu akan dengan alaminya memberi cinta rasa.
ya, suatu rasa.
Rasa disini adalah jawaban. Jawaban atas apa yang selama ini dinantikan.
Entah jawaban bahwa kita masih harus mengenalnya lebih jauh dengan terus menantikannya lagi atau, rasa itu semakin memudar.
Ya, hilang termakan waktu.
Langganan:
Komentar (Atom)
