audi ..

audi ..
little bit crazy . .

Rabu, 27 Mei 2015

YOU'RE THE ONE WHO WON MY HEART

Natal punya cerita. Ya, setelah sekian lama aku terpuruk dengan menunggu kembali nya masa lalu, ada yang berani hadir memberikan ku kepastian.
Hari demi hari, kami belajar saling mengenal satu sama lain.
Perjalanan kami mengarah ke arah yang berbeda. Semua benar-benar diluar dugaan.
Aku rasa proses perkenalan kami tidak akan berlanjut.
Ternyata hampir setiap hari kami bertemu, bercerita tentang diri kami masing-masing.
Sampai pada suatu ketika dia ikut makan bersama keluargaku. Dengan dress code putih, kami terlihat seperti sepasang kekasih yang senada.
Bercanda, foto bersama, membawakan oleh-oleh, mengantar jemput, menjadi kebiasaan kami.
Sampai pada suatu ketika, ia memperjelas hubungan kami yang tidak sekedar berteman.
Entah, tapi aku yakin dengan nya. Keyakinan ku semakin kuat ketika kami benar-benar menjadi seorang kekasih.
Aku benar-benar sadar, bahwa aku sudah bangkit dari mimpi masa lalu yang hanya terus membuat ku menjadi pribadi yang tertutup.
Ia menyadarkan ku bahwa ada mimpi masa depan, yang bisa kita wujudkan bersama.
Ia mengingatkan bahwa hubungan yang ia jalin bukan lah sebagai orang yang "pacaran".
Tetapi lebih tepat nya, ia mengambil hatiku untuk menjadi calon istrinya.
Serasa hanyut dalam keharuan. Setelah menanti, menghabiskan masa muda ku bertahun-tahun untuk menunggu, ternyata Tuhan punya jalan cerita yang membahagiakan.
Ini benar-benar diluar dugaan ku.
Aku dulu mengira bahwa Tuhan mempertemukan ku dengan masa lalu, karena kami memang tidak terpisahkan. Namun ternyata tidak.
Tuhan meminta ku menunggu, karena IA sedang memepersiapkan laki-laki ini untuk menjadi calon suamiku.
Kami pun bersepakat untuk menikah 2 tahun lagi, ya setelah aku lulus kuliah, dan bertunangan tahun depan.
kebahagiaan ku hari demi hari semakin bertambah lengkap, ketika kami saling mengenal keluarga masin-masing.
Hanya saja ia jauh lebih mudah masuk dalam keluarga ku, dan aku sedikit susah karena memang aku susah untuk mengakrabkan diri dengan orang yang baru aku kenal.
Satu per satu Wedding Exhibition mulai kami datangi. Mencari vendor-vendor, salon, EO, dan segala hal yang kami perlukan untuk kepentingan pernikahan kami.
Kami juga mulai mengisi apartemen, mengecat, membersihkan, membeli peralatan rumah tangga. Aku tidak bisa berbohong, AKU BAHAGIA !
Aku bahagia untuk semua pelajaran yang aku terima. Dulu aku selalu menangisi masa lalu, berharap Tuhan mau mengembalikan masa lalu ku. Tapi ternyata ada hal seindah ini yang Tuhan berikan dibalik setiap air mataku dulu.
Laki-laki ini berhasil membuat ku bangkit dari mimpi masa lalu yang menyulitkan keadaanku, ia adalah satu-satu nya orang yang berhasil merebut hatiku, perhatianku, dan cintaku. 
Disaat laki-laki lain berusaha untuk menunjukkan nilai plus mereka, ia hanya berusaha menjadi dirinya sendiri yang apa adanya. Dan baru kali ini aku belajar untuk tidak melihat orang dari hartanya, tampangnya,dll.
Tulus, cinta ku tulus. Aku benar-benar tidak menyangka akan segera menjadi 'mama muda' nantinya.
Kita juga telah merancang bisnis bersama, semuanya kami lakukan bersama. Aku hanya berharap yang terbaik untuk keluarga kami nantinya.
I  do, I heart you ..
HAPPY MONTHSVERSARY DEAR,
XOXO

Jawaban untuk 7 Tahun

Terimakasih untuk kamu. Ya, kamu !
Kamu yang sudah membuat aku belajar banyak hal.
Penantian ini memberikan banyak sekali pelajaran untuk ku.
Setidaknya, dengan menunggu, aku sedang dalam proses mereparasi hati.
Ya, semuanya butuh pembenahan. Baik itu mind set, emosi, kesiapan hati, mental, segalanya.
Satu hal yang membuat ku sadar, bahwa saat kita dipertemukan kembali dengan orang yang selama ini kita cari-cari, kita tunggu-tunggu, itu bukan berarti kita berjodoh.
Tetapi kita dipertemukan lagi untuk alasan lain. Untuk belajar memperkuat hati, belajar memperbaiki hubungan pertemanan, menjadi rekan kerja, atau hanya sebagai pendengar yang baik dan bukan mengisi hati nya kembali.
Bukan aku ingin menjauh, atau membenci. Namun, rasa yang dulu ada, kini tetap ada namun berbeda.
Jika dulu rasa nya aku ingin bersama dengan dia selamanya sebagai teman hidup, kini aku ingin bersamanya hanya sebagai teman dan tidak lebih. Perasaan-perasaan ku dulu sudah mulai hilang tak bersisa.
Sampai akhirnya, aku benar-benar berani untuk mengisi hatiku lagi.